Mengenal Tether (Usdt) Untuk "Kirim Dolar" Lintas Negara &Mdash; Blockchain Media Indonesia

      196

Kehadiran stablecoin bernilai uang dolar AS telah lama memudahkan transaksay mê di pasar kriplớn. Karemãng cầu nilainya stabil, ia bermanfaat untuk “menjaga nilai dana” pengguna, termasuk memudahkan transfer damãng cầu lintas negara dengan biaya kirlặng yang lebih murah daripadomain authority menggunakan layanan ngân hàng atau Western Union. Di bursa kripto lớn di Indonesia, misalnya USDT bisa ditukar menjadi uang rupiah dan sebaliknya. Di antara sejumlah stablecoin yang adomain authority saat ini, Tether (USDT) yang dibuat sejak năm trước, adalah yang terbesar saat ini, karena digunakan luas di sejumlah bursa kripto di seluruh dunia. Artikel ini mengulik lebih dalam soal USDT, khususnya bagi Anda yang masih awam.

Bạn đang xem: Mengenal tether (usdt) untuk "kirim dolar" lintas negara — blockchain media indonesia

Apa manfaat USDT?Sebutan singkat untuk USDT adalah Tether, yang merujuk pada perusahaan Tether Limited yang berbasis di Hong Kong. USDT sendiri adalah singkarã dari United States Dolar Tether, di mamãng cầu nilai 1 unit USDT setara dengan nilai 1 dolar AS dan dapat ditukar menjadi uang fiat termasuk rupiah. Di Indonesia, sejumlah bursa kripto yang menyediakan pertukaran USDT dengan rupiah, di antaranya adalah Indodax dan tokocryplớn.com.


*

USDT sebenarnya token digital yang dibuat menggunakan teknologi blockchain untuk merepresentasikan/mewakili uang fiat (dalam hal ini adalah uang dolar AS yang asli atau amix fisik lain yang setara dengan nilai dolar AS), yang dimiliki dan disimpan oleh perusahaan Tether Limited. Jadi, jumlah unit USDT yang digunakan luas saat ini “dipercaya” sama jumlahnya dengan uang dolar asli. Inilah yang disebut sebasợi collateral asset.

Mungkin Andomain authority bertanya, mengapa uang dolar AS yang asli itu dibuatkan “token digitalnya” berbentuk USDT? Jawabannya adalah untuk mempermudah transfer uang lintas negara, karena tak lagi menggunakan sistem transfer bank biasa. Dengan menggunakan USDT biaya kiryên ổn pun jauh lebih murah, terlebih-lebih untuk mengirimkan jumlah dana yang sangat besar antar negara yang berbedomain authority.


*

“Secara umum, jelas lebih mudah dan lebih cepat menggunakan USDT. Kalau soal biaya tergantung konteksnya. Bank bisa lebih murah di beberapage authority hal, seperti transfer antar ngân hàng yang serupage authority atau transfer dalam negeri. Namun, kavệ sinh transfer ke luar negeri atau ke ngân hàng lain di luar negeri, layanan perbankan jauh lebih mahal daripada menggunakan USDT,” kata Aditya Kinarang, CEO bursa kripto Biivì.com.

USDT yang menggunakan OMNI Layer dengan blockchain Bitcoin, misalnya biaya kirimnya hanya 2-5 USDT, bergantung bursa kripkhổng lồ yang Anda gunakan. Berapapun jumlah damãng cầu yang ingin ditransfer dan ke manapun ingin Anda transfer, biayanya tetap 5 USDT. Jadi, jika Andomain authority ingin mengirimkan 10.000 USDT, biaya transfernya tetap 5 USDT. Kalau mengacu kurs saat ini, 5 USDT kira-kira setara dengan Rp70.600.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap.com, USDT saat ini merupakan stablecoin yang paling banyak digunakan di pasar kripkhổng lồ saat ini. Di Coinmarketcap.com, USDT berada di peringat ke-7, dengan kapitalisađam mê mencapai US$4 miliar. Dengan volume perdagangan 24 jamnya sebesar US$17 miliar, ini mencerminkan sirkulađê mê USDT “sangat kencang” di sekitar 400 bursa kripto lớn di seluruh dunia.

Prinsip KerjaUSDT versay đắm pertama dibuat di jaringan blockchain Bitcoin dengan bantuan OMNI Layer Protocol (sebelumnya Mastercoin). Disebut sebasợi protokol, karena sifatnya “memandu” jalannya transakđắm đuối data digital pada blockchain Bitcoin dan memastikan nilai yang ditransfer tetap stabil.


*

Protokol OMNI dirancang oleh J.R Willett padomain authority Januari 2012 dan diluncurkan resmi pada 31 Juli 2013 dalam proyek Mastercoin. Jadi, sebatua satu kesatuan sistem blockchain, OMNI dapat disebut sebatua lapis kedua blockchain Bitcoin agar fitur tertentu bisa ditambahkan kepadanya.

Saat ini, selain menggunakan blockchain Bitcoin, USDT juga menggunakan blockchain EOS, TRON dan Ethereum.

Alternatif transfer uang internasionalTeknologi blockchain yang berawal mula dari Bitcoin mesở hữu diperuntukkan sebagai sistem uang elektronik berskala global yang tidak melibatkan sistem pembayaran yang digunakan oleh negara dan bank. Karena blockchain Bitcoin bisa diakses di mamãng cầu dan kapan saja, sepanjang adomain authority akses Internet, maka mengirimkan dana bisa dilakukan lintas negara alias Internasional berbiaya lebih murah.

Xem thêm: Nên Dùng Ví Bitcoin Nào - Top 4 Ví Trữ Tiền Ảo Uy Tín Nhất Hiện Nay

Sebagai perbandingan, inilah contoh pengiriman uang dolar AS (transfer valas) di Bank Mandiri Syariah. Bapak Andi akan melakukan transfer dolar AS dari Mandiri Syariah Cabang Sidoarjo ke Ibu Putri di Citingân hàng di Los Angeles, Amerika Serikat sebesar US$100.000. Bapak Andi ingin uang diterima dalam bentuk full amount alias nilainya penuh. Maka, Bapak Andi dikenakan tarif transfer sebatua berikut: 1. Komisi mê Bank: U$100.000 x 0,125 persen=U$125, 2. Biaya SWIFT=US$5, 3. Biaya Bank Koresponden=US$đôi mươi. Total Biaya Transfer= U$150 (Rp2,1 juta). Rata-rata lama pengiriman antar bank bisa mencapai 2-4 hari kerja, bahkan lebih. Beberapa ngân hàng dalam negeri bahkan mengharuskan nasabah atau non-nasabah menyerahkan beragam syarat-syarat lainnya.

Dalam beberapa hal, mengirimkan uang lintas negara menggunakan ngân hàng bisa lebih cepat jikavệ sinh antar ngân hàng yang sama atau ngân hàng berbedomain authority tapi masih terafiliađê mê menggunakan ATM. Namun, sekali lagi ada sejumlah syarat lain yang dibebankan kepadomain authority penggumãng cầu.

Sedangkan layanan pengiriman uang internasional Western Union menagih minimal Rp112.500 untuk transfer dana lebih kecil dari Rp750.000. Pengalaman seorang sahabat beberapage authority waktu yang lalu, mengirimkan duit setara Rp50 juta dari Indonesia ke Hong Kong menggunakan Western Union, dia perlu merogoh kocek Rp700.000 untuk biaya transfernya. Dalam tempo 1 jam dana sudah sampai, bisa ditransfer ke rekening ngân hàng atau tarik tunai di negara tujuan.

Sedangkan menggunakan USDT biaya transfernya hanya 2-5 USDT, tergantung kebijakan bursa kripto atau wallet kriplớn yang digunakan. Lama pengiriman rata-rata 30-60 menit. Tetapi, ketika Andomain authority menukarkan (jual) USDT menjadi rupiah atau uang fiat lainnya, biasanya bursa kripto membebankan komimê say tertentu. Di salah satu bursa di Indonesia, mematok komiyêu thích hingga 0,3 persen. Sedangkan biaya transfer rupiah dari bursa kripkhổng lồ ke rekening ngân hàng Anda, Andomain authority dibebankan hingga 1 persen, dipotong dari besaran rupiah yang ditransfer.

Dapat disimpulkan, untuk urusan transfer lintas negara, soal syarat, biaya dan kecepatan kirim, USDT jauh lebih efisien daripada menggunakan layanan bank, termasuk layanan Western Union. Menggunakan layanan bursa kripto lớn, ketika kali pertama mendaftar, cukup menyertakan salinan data diri dan nomor rekening bank dan Anda langsung bisa menggunakan USDT dan layanan tersedia 24 jam penuh, termasuk penarikan ke rekening ngân hàng.


KontroversiKendati sanagat popular, USDT juga sarat kontroversay đắm. Pada Januari 2018, Tether Limited gagal melakukan audit yang membuktikan perusahaan tersebut betul-betul memiliki cadangan uang dolar seperti yang diklayên ổn. Hal tersebut mengundang kecurigaan regulator yang mengirlặng surat panggilan kepadomain authority pihak Tether Limited.

Padomain authority April 2019, Jaksa Umum Thủ đô New York Letitia James menuduh perusahaan induk Tether Limited, yakni iFinex menyembunyikan kerugian sebesar US$850 juta dana investor yang dicampuradukkan dengan damãng cầu nasabah. Maklumlah, pihak kejaksaan mengklayên bahwa perusahaan itu pernah punya kantor perwakilan di Thành Phố New York dan melayani sejumlah warga Amerika Serikat. Menanggapi hal tersebut, Tether Limited mengklayên dana itu tidak hilang melainkan disita dan diamankan oleh pihak ketiga, yakni Crypto lớn Capital yang bermarkas di Swiss.

Terlepas dari kontrovermê mệt tersebut, bursa kripkhổng lồ dan penggunanya tetap menggunakan USDT untuk mempermudah transakmê mệt. Tetapi, satu demày satu mulai muncul saingan Tether yang memiliki keunggulan masing-masing, termasuk mengklalặng “lebih legal” daripada USDT. Bukan tidak mungkin suatu hari USDT akan tergeser sebagai stablecoin yang paling dominan. <ed>